Research

Bayanuddin., 2009, Peningkatan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IX2 SMP Negeri 13 Makassar pada materi  Kesebangunan dan Kekongruenan Melalui Pendekatan Realistik. Tesis. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran secara empirik mengenai (1) bentuk pembelajaran konsep kesebangunan dan kekongruenan dengan pendekatan realistik untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas IX2 SMP Negeri 13 Makassar, dan (2) respon siswa kelas IX2 SMP Negeri 13 Makassar tehadap materi kesebangunan dan kekongruenan dengan pendekatan realistik.

Jenis penelitian yang dipilih adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX2 SMP Negeri 13 Makassar sebanyak 40 orang. Data yang dikumpulkan terdiri dari hasil: (1) tes, (2) pengamatan, (3) catatan lapangan, dan (4) angket.

Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata hasil tes belajar matematika siswa kelas IX2 SMP Negeri 13 Makassar pada materi kesebangunan dan kekongruenan pada siklus I sebesar 65,42 dengan standar deviasi 7,6 dan pada siklus II sebesar 80,5 dengan standar deviasi 5,8. Pada siklus I, 57,5% siswa mencapai ketuntasan belajar dan pada siklus II sebesar 100% siswa yang mencapai ketuntasan belajar.

Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa dengan diterapkannya pendekatan realistik dalam proses pembelajaran, maka hasil belajar matematika, ketuntasan belajar, kehadiran, kesiapan, dan keaktifan siswa dapat meningkat. Respon siswa terhadap pendekatan pembelajaran realistik sangat baik, karena membantu mereka dalam memahami konsep matematika dan mereka lebih mudah mengerti karena materi dihubungkang dengan kehidupan sehari-hari.

Sumarlin, 2006 Meningkatkan hasil belajar matematika melalui pendekatan realistik pada kelas VI SD Negeri Tanggul Patompo I Makassar, Skripsi. Fakultas Matematika dan ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika melalui pendekatan realistik dan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran sehingga di harapkan dapat memberikan; (1) Sumbangan pemikiran bagi guru matematika sekolah dasar dalam mengembangkan pendekatan pembelajaran matematika realistik; (2) Masukan bagi peneliti lain yang ingin lebih mengembangkan pendekatan realistik secara lebih luas; (3) Sebagai masukan bagi sekolah khususnya SD Negeri Tanggul Patompo 1 Makassar dalam meningkatkan hasil belajar matematika dan mutu pendidikan. Yang menjadi subjek penelitian adalah  siswa kelas VI SD Negeri Tanggul Patompo1 Makassar yang berjumlah 34 siswa dengan 18 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan Sedangkan faktor-faktor yang diselidiki meliputi aktivitas siswa, Proses (aktivitas guru) dan Output (Tes hasil belajar). Hasil dari penelitian ini berupa peningkatan hasil belajar matematika, dimana skor rata-rata pada siklus I sebesar 60,91dari skor ideal yang mungkin tercapai yaitu 100 dengan standar deviasi 16,75 sesuai dengan kategori yang ditetapkan oleh Depdikbud berada pada kategori “sedang” mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 70,17  dari skor ideal yang mungkin tercapai yaitu 100 dengan standar deviasi 16,03 berada pada kategori “tinggi”. Persentase ketuntasan kelas pada siklus I sebesar 55,88% mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 64,71%, skala ketuntasan kelas klasikal sebesar 85% berarti ketuntasan kelas klasikal tidak tercapai.

Urfiah, 2004. Meningkatkan Kemampuan Penguasaan Matematika melalui Pendekatan Realistik pada Siswa Kelas V SD Inpres BTN IKIP I Makassar. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan penguasaan matematika siswa SD Inpres BTN IKIP I melalui penerapan pendekatan realistik. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VA SD Inpres BTN IKIP I Makassar sebanyak 33 orang dengan komposisi 14 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Penelitian PTK ini dilaksanakan selama dua siklus. Tehnik Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan observasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) untuk siklus I diperoleh skor rata-rata kemampuan penguasaan matematika siswa 50,75  dari skor ideal 100 dengan Standar Deviasi 26,54 dan berada pada kategori kurang, (2) untuk siklus II diperoleh skor rata-rata kemampuan penguasaan matematika siswa 72,48 dari skor ideal 100 dengan Standar Deviasi 18,43 berada pada kategori tinggi, (3) ada peningkatan kemampuan penguasaan matematika siswa  yaitu dari kategori rendah menjadi kategori tinggi, (4) tanggapan siswa terhadap penerapan pendekatan realistik pada pelajaran matematika cenderung positif seperti  siswa bertukar pendapat, komunikasi dan bekerja sama dan (5) siswa menjadi lebih percaya diri, lebih bertanggung jawab, kreatif dan menjadi lebih aktif mengikuti pembelajaran.

Ahmad, 2004. Peningkatan Pemahaman Konsep Pecahan Siswa SDN Inp. 202 Pinrang dengan Menggunakan Pendekatan Realistik. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di SDN inp. 202 Pinrang dan bertujuan untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep pecahan melalui pendekatan realistik. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Inp. 202 Pinrang tahun pelajaran 2004/2005 sebanyak 30 orang. Pengambilan data di lakukan dengan menggunakan tes hasil belajar, dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang dicapai setelah pembelajaran dengan menggunakan pendekatan realistik yaitu : (1) Siklus I diperoleh skor rata-rata sebesar 47,70 dengan standar deviasi 21,13 dari skor ideal yang mungkin dicapai yaitu 100. (2) Siklus II diperoleh skor rata-rata penguasaan siswa sebesar 70,20 dengan standar deviasi 16,54 dari skor ideal yang mungkin dicapai yaitu 100. (3) terjadi peningkatan penguasaan siswa sebesar 22,5 dari skor ideal yang bisa dicapai yaitu 100. (4) Meningkatnya perhatian, motivasi, minat, dan rasa percaya diri siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar. Dari hasil analisis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan prestasi belajar siswa sebesar 22,5 serta meningkatnya perhatian, motivasi, minat, dan rasa percaya diri siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di kelas.

Ramlah B, 2004. Meningkatkan Hasil Belajar Matematika melalui pendekatan pembelajaran realistik kelasi I SMP Negeri 3 Sungguminasa. Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Class room Action research) yang betujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui pendekatan realistik. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas I B SMPN 3 Sungguminasa pada saemester ganjil 2004/2005, dengan jumlah siswa 39 orang. Siklus I dilaksanakan selama enam kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan selama empat kali pertemuan. Pemngambilan data dilakukan dengan menggunakan tes hasil belajar dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Hasil yang dicapai yaitu  (1) meningkatnya hasil belajar siswa terhadap materi pelajaran matematika yang dpat dilihat dari meningkatnya skor rata-rata pada siklus I adalah 4,50, dengan standar deviasi 1,76 meningkat menjadi 6,24, dengan standar deviasi 1,81 pada siklus II. (2) kehadiran, kesungguhan kesiapan siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar juga menunjukkan adanya peningkatan yang nampak dari hasil observasi guru selama pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa salah satu cara untuk meningkatkan mutu pembelajaran matematika adalah dengan menerapkan pendekatan realistik dalam proses pembelajaran.

Hasnasari, 2004. Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada Murid SD Inpres Tamalanrea VI. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Makassar.

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika murid melalui pendekatan RME.

Subyek penelitian ini adalah seluruh murid Kelas V SD Inpres Tamalanrea VI Makassar pada Tahun pelajaran 2004/2005 sebanyak 38 murid 16 orang laki-laki dan 22 orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus, siklus I terdiri dari 6 pertemuan dan siklus II terdiri dari 3 pertemuan. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan tes pada tiap akhir siklus dan observasi. Adapun langkah-langkah yang ditempuh adalah sebagai berikut: Pertama, guru mengawali penjelasan tentang materi yang diberikan dengan melalui masalah kontekstual. Kedua, guru mengarahkan murid untuk menyelesaikan dan mengemukakan strategi penyelesaian yang ia ketahui tentang masalah yang dikemukakan baik secara perorangan maupun melalui kerja kelompok. Ketiga, guru menekankan materi yang disajikan dan memberi contoh soal. Keempat, guru menguji keterampilan murid dengan menyuruh mereka mengerjakan soal-soal latihan 2-3 nomor. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif.

Dari data dan pembahasannya diketahui bahwa kemampuan pemecahan masalah matematika murid kelas V SD Inpres Tamalanrea VI Tahun pelajaran 2004/ 2005 meningkat setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) selama dua siklus dengan hasil sebagai berikut: (1) Kemampuan pemecahan matematika murid sebelum dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan RME berada dalam kateori rendah dengan skor rata-rata 41,41 dari skor tertinggi 85,00 dan skor terendah 8,00. (2) Kemampuan pemecahan matematika murid setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan RME pada siklus I masih berada dalam kategori rendah dengan skor rata-rata 50,00 dari skor tertinggi 98 dan skor terendah 10,00. (3) Kemampuan pemecahan matematika murid setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan RME pada siklus II berada pada kategori tinggi dengan skor rata-rata 66,10 dari skor tertinggi 100,00 dan skor terendah 18,00. (4) Terjadi peningkatan semangat belajar murid pada proses pembelajaran.

  1. Kalau ada penelitian terbaru, mohon ditulis di blog ini supaya bisa membantu teman-teman yang ingin menyusun skripsi atau tesis. terima kasih.

  2. p4mriunmmakassar

    agar permasalahannya dapat diselesaikan, perlu diketahui seperti apa permasalahan yang dihadapi dengan penerapan PMRI, maksudnya hampir setiap hal memiliki permasalahan. Oleh karena itu, PMRI pun memiliki hal yang menyulitkan tersebut. Tetapi, identifikasi permasalahan kemudian mendiskusikannya merupakan cara yang terbaik untuk mendapatkan jawabannya. Silahkan comment lagi, dan kemukakan kesulitan yang dihadapi itu, kemudian mari kita diskusikan; bagaimana penyelesaiannya? saya tunggu, ya!

  1. Pingback: PMRI telah Lama Berkembang di Makassar « P4mriunmmakassar's Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: