Mengobservasi Math Day di Sekolah de Fakkel

Math day adalah hari khusus di negeri Belanda di mana berbagai sekolah melaksanakan kegiatan pembelajaran matematika untuk siswa pada satu hari sekolah. Kegiatan pembelajaran matematika pada math day ini mencakup permainan sederhana yang berkaitan dengan matematika. Pada tanggal 13 April 2011, saya beserta rekan-rekan dari mahasiswa Universitas Utrecht jurusan pendidikan matematika berkesempatan mengobservasi kegiatan pembelajaran di sekolah de Fakkel yang terletak di Nolenslaan, Utrecht. Pada waktu tersebut, saya dan seorang teman saya, Ahmad, mengobservasi kegiatan di 2 kelas yang berbeda tingkatan yakni di kelas 7 dan kelas 8.
Kelas dimulai pada pukul 8.30 pagi waktu setempat dan saya berkesempatan untuk melihat kegiatan pembelajaran di kelas 8. Guru terlebih dahulu memberi pengantar kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilakukan hari itu. 15 menit kemudian, guru dan siswa keluar dari kelas menuju halaman sekolah untuk melakukan suatu kegiatan.
Turning Right/Left
Kegiatan ini dilakukan menggunakan uang koin yang dilemparkan dan hasil lemparan tersebut menentukan ke arah mana siswa harus berbelok. Jika koin menunjukkan gambar kepala, maka siswa berbelok kanan, dan jika koin menunjukkan gambar angka, maka siswa berbelok kiri. Rute yang mereka lalui sendiri yakni berupa suatu tanah yang digaris-garis sedemikian rupa sehingga membentuk kumpulan jajargenjang yang saling berhimpit sisi dan titik sudutnya. Satu jajar genjang berada pada baris pertama, lalu dua jajargenjang pada baris kedua, tiga jajargenjang pada baris ketiga dan seterusnya sehingga terdapat sebelas jajargenjang yang masing-masing titik sudut bagian atasnya digambarkan angka dari 1 sampai 11. Pada kegiatan permainan itu sendiri, pada permulaan, siswa mulai berdiri di titik sudut jajargenjang baris ke-1 lalu guru melempar koin dan siswa berbelok mengikuti rute garis atau sisi jajargenjang berdasarkan hasil lemparan koin dari guru. Apabila siswa telah berdiri pada angka-angka yang tadi maka permainan untuk satu orang siswa dinyatakan selesai. Untuk lebih jelasnya, lihatlah gambar di bawah ini.

Gambar 1. Model permainan Turning right/left

Gambar 2. siswa sedang melakukan kegiatan turning right/left

Camping route
Camping route adalah sejenis permainan dimana siswa menggambar Sembilan buah tenda yang masing-masing dihubungkan ke semua tenda lainnya dengan menggambarkan garis untuk menghubungkannya. Siswa lalu menuliskan di kertas jumlah rute yang bisa dilalui apabila terdapat dua buah tenda sampai dengan terdapat Sembilan buah tenda.

Gambar 3. Siswa melakukan kegiatan camping route

Football match
Football match merupakan permainan untuk menemukan berapa banyak kombinasi pertandingan yang bisa digelar apabila terdapat beberapa tim sepakbola dalam jumlah tertentu. Siswa memulai menentukan banyaknya pertandingan apabila terdapat 2 tim hingga 9 tim.

Gambar 4. Siswa melakukan kegiatan football match dengan bimbingan oleh guru

Rotating the Arrow
Permainan memutar lingkaran ini menggunakan komputer yang dimana siswa membagi lingkaran ke dalam beberapa bagian dengan membuat beberapa juring pada lingkaran tersebut. Masing-masing juring mempunyai warna yang berbeda-beda. Pada titik tengah lingkaran, terdapat gambar panah yang dapat diputar melalui tombol perintah di komputer. Siswa dapat mengatur banyaknya bagian dan besar sudut pada masing-masing juring dan selanjutnya menekan tombol perintah untuk memutar gambar panah. Siswa selanjutnya mencatat warna juring yang ditunjuk oleh tanda panah saat tanda itu berhenti.

Gambar 5. siswa melakukan kegiatan rotating arrow

Refleksi
Materi matematika yang berkaitan dengan kegiatan permainan di atas adalah probabilitas dan kombinatorik. Pada akhir kegiatan permainan turning left/right, guru mencatat hasil angka di mana siswa berdiri di baris terakhir. Hasil menunjukkan angka 7,6 dan 5 berturut-turut merupakan angka yang paling sering muncul. Diharapkan siswa bisa menarik kesimpulan mengapa angka-angka tersebut adalah yang terbanyak kemunculannya diantara angka yang lainnya. Tentunya, hal ini membutuhkan kemampuan berpikir dan penalaran siswa akan konsep peluang. Pada kegiatan camping route dan football match, siswa diharapkan menemukan pola pada banyaknya rute jalan atau pertandingan yang bisa diselenggaakan dalam jumlah tertentu. Hal ini membutuhkan kemampuan dalam berpikir tentang konsep kombinatorik. Sedangkan, dalam permainan rotating the arrow, siswa diharapkan mampu memahami dan mengidentifikasi alasan-alasan disbanding seringnya juring atau bagian lingkaran yang lebih besar muncul dibanding juring atau bagian lingkaran yang lebih kecil.
Di tiap-tiap kegiatan yang dilakukan oleh siswa, guru senantiasa mengemukakan pertanyaan kritis kepada siswa agar mereka dapat sampai pada kepercayaan diri atau keyakinan akan jawaban mereka dan mampu mengkomunikasikan gagasan secara efektif.

About p4mriunmmakassar

It is the one of institution of educational employee and educator in Makassar (formally named Ujungpandang). Now it has run Indonesia mathematics realistic education in South Sulawesi.

Posted on April 16, 2011, in Beranda. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: