Menyatukan Sejarah ke Dalam Pendidikan Matematika

dikutip dari buku History in Mathematics Education

Pemahaman akan matematika tidak hanya berkenaan dengan penguasaan aksioma, teorema, dan bukti-bukti, melainkan juga proses dalam “melakukan” matematika tidak kalah pentingnya. Proses tersebut bisa meliputi menggunakan heuristik, melakukan kesalahan dalam pengerjaan, ragu, dan menimbulkan miskonsepsi. Proses mengkonstruksi suatu pemahaman matematika dalam hal pendidikan. Sejarah matematika dalam hal ini, merupakan suatu hal yang alami yang bisa dimasukkan ke dalam pembelajaran matematika oleh guru terhadap siswa. Karena sejarah menunjukkan bahwa bagaimana matematikawan terdahulu melakukan proses pengkonstruksian pengetahuan matematika.

Proses menyatukan sejarah ke dalam pendidikan matematika telah digagas sejak lama. Namun, ada beberapa penolakan akan hal tersebut dikarenakan karena beberapa hal berikut ini:

Dari segi filosofi:

  1. Sejarah bukanlah matematika, apabila guru ingin mengajarkan sejarah, ajarlah terlebih dahulu matematika lalu mengajarkan sejarahnya.
  2. Sejarah matematika bisa membuat siswa bingung dibandingkan memberikan pencerahan dikarenakan kemungkinan penalaran yang digunakan matematikawan terdahulu berbelit-belit.
  3. Mempelajari sejarah memungkinkan siswa mempunyai pemahaman yang tak menentu apabila tidak mempunyai pemahaman yang luas terhadap sejarah itu sendiri
  4. Banyak siswa yang tidak menyukai sejarah dan bisa menyebabkan mereka juga tidak menyukai matematika
  5. Matematika berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan di zaman sekarang, lalu untuk apa melihat ke belakang?
  6. Mempelajari sejarah matematika berpotensi membuat siswa mempunyai sikap chauvinism yang berlebihan.

Dari segi didaktik:

  1. Waktu yang terbatas untuk mengajarkan sejarah ke dalam matematika
  2. Sumber atau referensi yang terbatas pada guru
  3. Kemampuan mengajarkan sejarah pada guru matematika masih kurang
  4. Tidak adanya sistem penilaian yang jelas untuk menilai pemahaman siswa terhadap sejarah matematika

referensi:

John Fauvel and Jan Van Maanen. 2002. History in Mathematics Education. ICMI Study Series

About p4mriunmmakassar

It is the one of institution of educational employee and educator in Makassar (formally named Ujungpandang). Now it has run Indonesia mathematics realistic education in South Sulawesi.

Posted on April 11, 2011, in Beranda. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: