PISA vs UN

Kebutuhan akan pendidikan di Indonesia sudah menjadi hal pokok untuk dipenuhi. Beberapa program telah dijalankan untuk memajukan bidang pendidikan termasuk wajib belajar 9 tahun. Pemerintah juga telah menetapkan standar standar pendidikan Indonesia. Dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional terdapat penjelasan mengenai standar nasional pendidikan yang mencakup standar isi dan standar kompetensi lulusan. Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005, pasal 22 ayat 1 menetapkan bahwa penilaian hasil pembelajaran mencakup aspek kognitif, psikomotorik, dan/atau afektif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran.

Guna mengevaluasi kemampuan peserta didik di tahap akhir tiap satuan pendidikan, pemerintah menetapkan Ujian Nasional (UN) sebagai suatu tes formal yang mesti ditempuh oleh peserta didik untuk lulus guna melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hasil UN juga dipakai sebagai bahan evaluasi pendidikan dan acuan guna menyeleksi calon peserta didik baru. UN menguji kemampuan peserta didik dalam beberapa mata pelajaran atau kelompok mata pelajaran tertentu. Dalam ranah kualifikasi kompetensi, UN mengukur kemampuan peserta didik dari segi kognitif.

Matematika, sebagai salah satu pelajaran yang diajarkan di sekolah, termasuk dalam materi yang diujikan pada UN. Berdasarkan Surveys Enacted Curriculum (SEC), suatu instrumen yang dikembangkan oleh The Council of Chief State School (CCSSO), membagi tingkatan aspek kognitif untuk mata pelajaran matematika  menjadi 5 tingkatan. Tingkatan-tingkatan itu antara lain: Memorize, Perform procedure, Demonstrate understanding, Conjecture / Generalize / Prove, dan Solve non-routine problems/make connection.

  1. Memorize merupakan tingkatan level kognitif yang pertama. Memorize

mempunyai beberapa kriteria seperti:

  • recite basic mathematics fact
  • recall mathematics term and definitions
  • recall formulas and computational procedure.

Dalam tingkatan yang pertama ini, kognitif yang dicakup masih dalam

level rendah yaitu level mengingat. Diantaranya menyebutkan fakta-fakta dalam matematika, menyebutkan definisi-definisi dan pola matematika, serta menyebutkan rumus-rumus dan prosedur perhitungan.

  1. Perform procedures adalah tingkatan yang kedua dan mempunyai tujuh

kriteria, yaitu:

  • use numbers to count, order or denote,
  • do computational procedure/instructions
  • follow procedures/instructions
  • make measurements, do computations
  • solve equations/formulas, routine word problems
  • organize or display data, read or produce graphs and tables
  • execute geometric constructions

Tingkatan ini sudah meliputi perhitungan, pengurutan angka, melakukan

pengukuran untuk mendukung perhitungan, menampilkan grafik atau diagram dari data yang ada, juga termasuk melakukan perhitungan geometri.

  1. Demonstrate understanding adalah tingkatan ketiga dan mempunyai lima

kriteria, seperti:

  • communicate mathematical ideas
  • use representations to model mathematical ideas
  • explain findings and results from data analysis
  • develop/explain relationships between concepts
  • explain relationships between models, diagrams, and other representations

Level ini sudah menggunakan ide-ide matematika dalam pemecahan soal, merepresentasikan ide dalam meginterpretasikan model, menjelaskan hasil dari analisa data, dan mengembangkan/menjelaskan hubungan antara konsep, model serta diagram.

  1. Conjecture/generalize/prove adalah tingkatan keempat dan melibatkan

tujuh kriteria, yaitu:

  • determine the truth of a mathematical pattern or proposition
  • write formal or informal proofs
  • analyze data
  • find a mathematical rule to generate a pattern or number sequence
  • identify faulty arguments or misrepresentations of data
  • reason inductively or deductively
  • use spatial reasoning

Level ini sudah mulai menuntut siswa untuk bisa menentukan kebenaran dari suatu pola, serta menulis pembuktian matematika, menganalisa data, serta mampu memberikan alasan secara induktif dan deduktif.

  1. Solve non-routine problems adalah tingkatan tertinggi dalam aspek

kognitif. Tingkatan ini mempunyai empat kriteria, yaitu:

  • apply and adapt a variety of appropriate strategies to solve problems
  • apply mathematics in context outside of mathematics
  • recognize, generate or crate patterns
  • synthesize content and ideas from several source

Level ini menuntut siswa untuk bisa mengaplikasikan dan mengadaptasi

permasalahan-permasalahan yang menyangkut problem solving, serta mengenali dan membuat pola matematika. Di level ini, siswa juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang tidak rutin ditemui sehingga dapat memperkaya kemampuan siswa dalam mengasah logika, penalaran dan kemampuan matematisnya.

Berikut ini, adalah hasil penelitian Research Department Putra Sampoerna Foundation  yakni pemetaan soal UN matematika tingkat SMP/Mts tahun 2006 dan 2007 terhadap aspek kognitif dikaitkan dengan tingkatan aspek kognitif matematika di atas.

No Tingkatan Persentase Soal UN (%)
1 Memorizing 13
2 Perform Procedures 77
3 Demonstrate Understanding 10
4 Conjecture/generalize/prove 0
5 Solve non-routine problems 0

#Tabel 1. Sebaran soal UN tahun 2006 dan 2007#

Terlihat jelas pada tabel di atas bahwa soal UN begitu didominasi oleh keterampilan Perform Procedures dan tidak adanya soal-soal yang mencakup keterampilan Conjecture/generalize/prove dan Solve non-routine problems. Seakan-akan peserta didik mengerjakan soal-soal matematika yang kurang bermakna bagi kehidupan mereka. Dapat disimpulkan pula bahwa UN belum dapat memberikan tes formatif yang dapat mencakup semua aspek kognitif matematika. Padahal, pemerintah melalui program Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menargetkan UN dapat mencapai tuntutan kurikulum itu sendiri. Dengan kata lain UN tidak dapat dijadikan tolak ukur pendidikan di Indonesia.

Perbandingan Soal Ujian Nasional dengan Soal PISA

The Programme for International Student Assesment (PISA) didesain dan dikembangkan oleh The Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) diakhir tahun 1990. PISA adalah kompetisi international untuk siswa dengan usia 15 tahun ke atas. PISA menyelenggarakan kompetisi matematika, bahasa Inggris dan Sains (IPA) setiap 3 tahun. Indonesia termasuk salah satu dari 57 negara yang berpartisipasi dalam kompetisi tersebut. Tes terakhir yang dilakukan Indonesia terjadi pada tahun 2007 dengan rincian skor tiap-tiap bidang yang diujikan bersama skor negara-negara lain adalah sebagai berikut

Perolehan Skor

Matematika (rata-rata 484,84)

  • Hong Kong-China (550,38)
  • Finlandia (544,29)
  • Korea Selatan (542,23)
  • Belanda (537,82)
  • Liechenstein (535,80)
  • …..
  • …..
  • Brazil (356,02)
  • Tunisia (358,73)
  • Indonesia (360,16)
  • Mexico (385,22)
  • Thailand (416,98)

Reading (rata-rata 480,22)

  • Finlandia (543,46)
  • Korea Selatan (534,09)
  • Kanada (527,91)
  • Australia (525,43)
  • Liechtenstein (525,08)
  • …..
  • …..
  • Tunisia (374,62)
  • Indonesia (381,59)
  • Mexico (399,72)
  • Brazil (402,80)
  • Serbia (411,74)

Science (rata-rata 487,77)

  • Finlandia (548,23)
  • Jepang (547,64)
  • Hong Kong-China (539,50)
  • Korea Selatan (538,43)
  • Liechtenstein (525,18)
  • …..
  • …..
  • Tunisia (384,68)
  • Brazil (389,62)
  • Indonesia (395,04)
  • Mexico (404,90)
  • Thailand (429,06)

Problem Solving (rata-rata 485,20)

  • Korea Selatan (550,43)
  • Hong Kong-China (547,89)
  • Finlandia (547,61)
  • Jepang (547,28)
  • Selandia Baru (532,79)
  • …..
  • …..
  • Tunisia (344,74)
  • Indonesia (361,42)
  • Brazil (370,93)
  • Meksiko (384,39)
  • Turki (407,53)

Skor Total (rata-rata 484,51)

  • Finlandia (545,90)
  • Korea Selatan (541,29)
  • Hong Kong-China (536,83)
  • Jepang (531,79)
  • Liechtenstein (528,87)
  • …..
  • …..
  • Tunisia (365,69)
  • Indonesia (374,55)
  • Brazil (379,84)
  • Meksiko (393,56)
  • Thailand (422,73)

Soal-soal PISA tersebar dengan merata ke dalam 5 tingkatan aspek kognitif matematika dan lebih menekankan pada kemampuan problem solving. Berikut contoh soal PISA tahun 2006 yang mencakup tingkatan solving non-routine problem:

In a Sprinting event, the ‘reaction time’ is the time interval between the starter’s gun firing and the athlete leaving the starting block. The ‘final time’ includes both this reaction time, and the running time. The following table gives the reaction time and the final time of 8 runners in a 100 metre sprint race.

Lane Reaction Time (sec) Final Time (sec)
1 0,147 10,09
2 0,136 9,99
3 0,197 9,87
4 0,18 Did not finish the race
5 0,21 10,17
6 0,216 10,04
7 0,174 10,08
8 0,193 10,13

Identify the Gold, Silver and Bronze medallists from this race. Fill in the table below with the medallists’ lane number, reaction time and final time.

Medal Lane Reaction Time (Secs) Final Time (Secs)
GOLD
SILVER
BRONZE

Soal di atas tentunya tak akan dijumpai dalam soal UN yang sangat mekanis dan terstruktur sehingga tidak dapat meningkatkan daya kritis dan nalar siswa dengan maksimal. Sebaliknya, soal PISA begitu memperhatikan keterampilan memecahkan masalah yang dapat memberikan pelajaran matematika yang bermakna kepada siswa. Soal PISA juga dapat memenuhi kompetensi aspek kognitif secara menyeluruh. Selain itu, dengan begitu memperhatikan kreativitas siswa dalam menjawab, tentunya pelaksanaan ujian PISA, apabila menjadi alat evaluasi kemampuan tahap akhir siswa, dapat meminimalisir segala bentuk kecurangan yang sering terjadi di ujian akhir.

Daftar Pustaka

Yuyun Yunengsih dkk. 2008. Ujian Nasional Dapatkan Menjadi Tolak Ukur Nasional Pendidikan. Research Department Sampoena Foundation. Jakarta.

Rachmad. 2008. http://blog.unm.ac.id/rachmadramadhan/

About p4mriunmmakassar

It is the one of institution of educational employee and educator in Makassar (formally named Ujungpandang). Now it has run Indonesia mathematics realistic education in South Sulawesi.

Posted on October 11, 2010, in Artikel RME. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: